Terkadang sulit untuk membedakan antara diagnosa anoreksia nervosa dengan bulimia nervosa atau dengan kelainan pola makan yang lain. Hal ini dapat terjadi karena sedikit saja perubahan perilaku pasien dapat membuat diagnosa si pasien berubah dari diagnosa satu ke diagnosa lainnya.
Anoreksia sendiri disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tekanan dari keluarga dan teman, penghargaan yang rendah terhadap diri sendiri, pelecehan seksual dan sebagainya. Anoreksia memang terjadi karena sebab yang kompleks karena melibatkan psikologi, neurobiologi, fisik, dan sosiologi.
Sedangkan dalam kasus penderita bulimia, penyebabnya lebih menyangkut masalah psikologis yang dalam, seperti perasaan atas kurangnya kontrol akan dirinya sendiri.
Ciri-ciri penderita anoreksia nervosa:
- Tidak mau makan dengan sengaja karena ketakutan yang berlebihan akan kenaikan berat badan.
- Pengidap memiliki Body Mass Index kurang dari 18,5.
- Terganggunya siklus menstruasi.
- Cenderung tidak mengakui bahwa ia mengidap anoreksia karena ia merasa dapat mengontrol keadaan dengan kemampuannya mengatakan tidak pada makanan.
Ciri-ciri penderita bulimia nervosa:
- Makan dalam jumlah besar kemudian mengeluarkannya secara paksa dengan cara memuntahkannya, minum obat pencahar, atau berolahraga dengan keras.
- Perilaku diatas dilakukan sedikitnya dua kali dalam seminggu secara berturut-turut dalam beberapa bulan.
- Pengidap memiliki berat badan normal atau cenderung overweight.
- Merasa tidak bisa mengontrol dirinya dan mengakui bahwa ia memiliki masalah dengan pola makan namun malu untuk mengatakannya.
Akibat-akibat anoreksia nervosa:
- Berat badan jauh dibawah normal.
- Anggapan yang selalu buruk tentang bentuk badannya sendiri.
- Perubahan menstruasi sampai akhirnya tidak menstruasi.
- Detak jantung tidak teratur.
- Gangguan fungsi hati, sistem cardiovascular dan organ dalam lainnya.
- Terjadinya pelemahan otot dan disfungsi sistem imun.
- Ketidakseimbangan hormon.
- Terganggunya proses pertumbuhan tubuh.
- Osteoporosis.
- Kematian.
Akibat-akibat bulimia nervosa:
- Malnutrisi.
- Erosi dan lubang pada gigi serta penyakit gusi.
- Dehidrasi.
- Iritasi dan pembengkakan tenggorokan.
- Pembengkakan pada pipi.
- Rambut rontok dan kulit kering.
- Masalah pencernaan.
- Ketidakseimbangan hormon.
Untuk menyembuhkan anoreksia dan bulimia diperlukan kesabaran. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah konseling bersama dengan anggota keluarga, serta edukasi tentang nutrisi, psikoterapi, dan kesehatan. Si penderita sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Jika ada salah satu anggota keluarga anda yang menderita kelainan ini, jangan berhenti mendukungnya untuk sembuh.
Untuk info lebih lengkap anda dapat membaca artikel yang ada di halaman download.
drmn kita tau kalo seseorang itu mengidap bulimia, sedangkan kita ga tau kapan dia memuntahkan makanannya?
apakah orang yg mengidap bulimia itu terlihat jelas?