Bob Sadino adalah pengusaha “nyentrik” dengan gaya dandanan yang “nyeleneh”. Pakaian sehari-harinya yang terdiri dari kemeja putih lengan pendek dan celana jins pendek yang sudah agak belel sekilas tidak menyiratkan kesuksesan dirinya sebagai seorang wirausahawan kelas kakap. Om Bob -demikian Bob Sadino akrab disapa- merupakan salah satu sosok wirausahawan yang memulai sukses benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausahawan. Kehidupan Om Bob mulai bergerak saat menginjak usia 19 tahun. Ketika itu ayahnya yang seorang guru di Tanjungkarang meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan untuk Om Bob. Harta tersebut digunakannya untuk berkeliling Eropa dan akhirnya ia menetap di Belanda. Disana ia tinggal selama 9 tahun dan menjalani hidup yang cukup mapan dengan bekerja di Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Jerman.
Pada tahun 1967, diusianya yang ke-34, Om Bob rindu kampung halaman. Saat itu juga ia pulang ke Indonesia, meninggalkan kehidupan mewahnya dan hanya membawa dua buah mobil Mercy. Kepulangannya ini disertai tekad bulat bahwa ia tidak mau lagi menjadi pekerja yang selalu diperintah atasan. Satu mobil Mercy-nya dijual untuk membeli tanah di daerah Kemang, Jakarta yang ketika itu masih berupa hamparan yang sawah yang masih sepi. Dan yang satu lagi dijadikan taksi dengan Om Bob sendiri yang menjadi supir. Inilah kegiatan usaha pertama yang dilakukan Om Bob.
Suatu ketika mobil tersebut rusak parah karena mengalami kecelakaan ketika disewakan. Usaha Om Bob pun hancur berantakan. Untuk tetap menyambung hidup, Om Bob bekerja sebagai kuli bangunan dengan bayaran Rp. 100 saja. Dalam keadaan sulit seperti itu, untungnya Om Bob masih memiliki teman yang baik. Dari salah satu temannya, Sri Mulyono Herlambang, Om Bob menerima 50 ekor ayam ras. Dari sini Om Bob mulai bangkit. Sebagai peternak ayam, ia dan istrinya setiap hari menjual beberapa kilogram telur. Tidak sampai dua tahun, ia dan istrinya telah memiliki banyak langganan, terutama orang asing karena mereka berdua sangat fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya pun tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana banyak orang asing tinggal.
Selanjutnya, usaha Om Bob terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Bisnis pasar swalayan Om Bob pun berkembang pesat dan merambah ke agrobisnis, khususnya holtikutura dengan mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga akhirnya ia memiliki Kemfoods, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Om Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.
Mengenai kunci suksesnya, Om Bob berkata, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir dalam membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, ia merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain dan menimbulkan sifat arogan. Padahal inti dari bisnis itu sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu, Om Bob berhasil meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurutnya, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Om Bob juga tipe orang yang berani mengambil resiko. Ia berani mengambil resiko sebesar-besarnya sebab menurutnya, orang yang mengambil resiko kecil hasilnya juga akan kecil. Dalam berbisnis pun jangan terlalu memikirkan sukses. Kata Om Bob, kalau terlalu banyak memikirkan sukses, bekerja pasti dalam tekanan dan tidak rileks sehingga hasil kerja tidak akan bagus. ’’Santai saja, hilangkan semua beban, ingat sandaran itu tadi, kemauan, komitmen, keberanian mengambil peluang, pantang menyerah dan selalu belajar pada yang lebih pintar serta selalu bersyukur,” jelas Om Bob.
Om Bob pun telah membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekat tanpa teori sukses, dengan usaha berlandaskan niat dan keyakinan serta kerja keras pantang menyerah, ia pun berhasil menjadi seperti sekarang. Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.
Oleh: Ivan Aditya Pratikno
Disadur dari beberapa sumber.
Thx infonya..
Bob sadino ini emang bermental juara, tidak pernah malu untuk maju, tidak pernah menyerah..
Posting inspiratif…^^
yup.. setuju dengan berita infotainment, kisah yang inspiratif buat semuanya…
Keep posting bro…
Bwt om bob,, 2 thumbs up